Hasbunallah, Hasbunallah, Hasbunallah...
Itulah perasaanku saat buah hatiku lahir di rumah sakit secara caesarian, subhanallah ada rasa bahagia yang membuncah ketika Allah memberikanku amanah berupa seorang anak perempuan. Tidak henti-hentinya mulut hati dan pikiran hamba yang hina ini selalu berdoa semenjak masih dalam kandungan sampai dengan lahir agar anakku tercinta menjadi tabungannku di Akhirat kelak.
Namun ada sebersit kesedihan, beban hidup yang menghimpit berat ketika lagi aku jatuh ke titik nol rupiah. Ya Allah ubanku sudah makin banyak aku tidak muda lagi namun aku harus memulainya dari nol lagi.
Sendiri, hanya sendiri aku memikul beban ini, berat sedih dan air mata hangat mengalir di pipi. Semua rencana, agenda dan azam menguap, kabur hilang entah kemana.
Bahkan untuk berpikir ke depan pun aku sudah enggan, malas dan tidak sampai penalaranku.
Semoga dan pasti badai akan berlalu, hujan akan reda dan fajar baru akan menyingsing.

No comments:
Post a Comment