taqabalallahu minna wa minkum, kullu am wa antum fi khair
satu syawal ini ada satu hal yang patut untuk diresonansi, muhasabahtu nafsi.
Sepeda motor, subhanallah begitu kuatnya hasrat untuk membelinya walaupun kalau mau jujur sebenarnya belum ada kemampuan yang real untuk memilikinya. Faktor-faktor yang sangat dominan sebagai pemicunya adalah:
- Eksistensi diri, wah saya bisa
- Pengaruh teman dekat
- Urgensi melihat lebih baiknya punya daripada meminjam, meminjam sakit hati
sememangnya tetap ada rasa sakit hati, merasa terkucilkan dan beban berat terpikul sendiri menimbang apa yang aku jalani dengan saudara yang lain yang serba dicukupi.
Qadarallah baru sekitar 5 bulan sudah beberapa cobaan yang tidak ringan yang menghampiriku:
- Minjam motor dodok, jatuh body pecah. Ganti rugi 200k
- Tumburan dengan honda vario, alhasil celana sobek, dengkul mlonyot motor lecet, sudah itu harus keluar duit 300k demi damai dengan oknum owner vario.
- Dibanting pada saat boncengan dengan Agus Vixion SPM 1, sakit terberat yang ane alami ditambah kejadiannya pas tgl 20 8 2010 puasa, sampai pecah puasa dan sudah 20 hari belum juga pulih badan ini, pijat sudah dua kali, dengkul mlonyot, kaki bengkak, punggung serasa patah. Subhanallah

No comments:
Post a Comment